Back

Plaga Wine O’clock with Chris, Drummer The Hydrant X Barber of Chris Barber

"Kalau boleh tau, dari kapan Kak Chris join as drummer di The Hydrant dan buka barber shop ini ?"

Drummer start first, karena itu merupakan main job saya. Saya join the Hydrant di tahun 2008, setelah itu untuk belajar jadi barbernya mulai 7 tahun lalu. Berarti di tahun 2012, 3 tahun setelah saya join the Hydrant.

Untuk Barber berawal dari saya join dengan Mr. DAMEA DORSEY, the owner of DORSEY BARBERSHOP at Deus Batu Bolong Canggu.
I worked with him for 4 years. After that I quit and open my first barbershop in Munggu. But, after I quit working with Dorcy, saya juga jadi barber online. Dimana saya ke rumah – rumah client by request. Most of my client is from Sanur, then I got offer to open here at Rumah Sanur. So now I have 3 Barber, in Munggu, Sanur and Amplitude Skate Park.

"Kak Chris, I heard that sebelum Kak Chris decide buat open barber, Kak Chris doing a lot activity, barista, music of course, kenapa choose nya focus on Barbershop?"

Well, kebetulan kami The hydrant kan bermain music di genre Rockabilly. Dimana as you know, Rockabilly style itu concern banget di rambut. They always have kind of greasy hair, suka sisiran bawa sisir kemana mana , kurang lebih buat kami rambut adalah mahkota. Dan diluar negeri rata – rata Rockabilly band itu terkenal bunya barber, hair stylish sendiri and mostly itu anggota band mereka sendiri. So that’s where I start, karena its related with my main Job.

"Kak Chris, Kalau Saya boleh tau profesi mana yang lebih bikin happy ? pilih yang mana ?"

Music. Band of course. Because that’s where it all start. For me, Music is a hobby that become occupation.

"Then, between this 2 profession . Yang mana yang Kak Chris lebih banyak achievement nya ?"

Mungkin di Band ya, karena sudah hamper 15 tahun juga journey kita. Namun beda beda juga, kalau di Barber merupakan suatu kebanggan kalau saya bisa styling hair personil lainnya.

"Next Question is, between this 2 profession or activity yang Kak Chrish lakuin sekarang. Yang mana yang menurut kakak itu sebuah “hobi” dan sebuah “pekerjaan” ".

Well, For me Music is the hobby. Barber is the profession. Namun, pada dasarnya apapun yang kita lalukan secara berulang- atau berkelanjutan itu merupakan sebuah hobi, karena pada dasarnya saya juga suka sisiran dari kecil. Suka lihat kaca, dan suka tampil stylish, berdandan lah. Pada saat di bangku SMA, hobbyku adalah gonta ganti gaya rambut. Jadi kembali lagi, in the end both is hobby, both is occupation.

"Last but not least, Kalau menurut kakak, Wajar ga menurut kakak satu orang mempunyai 2 pekerjaan ? "

Wajar sekali. Terutama di zaman sekarang, dimana mungkin apabila hanya menjali satu pekerjaan itu masih kurang di bidang pemasukan. Yah tidak diragukan juga jaman sekarang pengeluaran bertambah, trend berganti. Tapi kedua pekerjaan itu harus ditekuni. Harus didasarkan dengan Niat dan passion. Karena untuk menjalani 2 hal yang berbeda di waktu yang hamper bersamaan itu dibutuhkan focus dan time management yang tinggi. Kalau Seperti saya sekarang, Kebetulan sedang banyak gigs, tapi Barberku ada satu yang resign nah jadi saya juga harus incharge di barber dan juga harus perform. Saat band sedang sibuk, saya tutup barbernya. Karena tidak akan bisa, dimana kalau malam aku ada show, paginya aku sempatin untuk incharge di barber, berakhir kecapean atau tidak maksimal saat performing nantinya. Dan pastinya besoknya pasti kecapean, dan drop.

Its good to have Chris at Plaga Wine O'clock !

More information about Chrish :
Instagram :
https://www.instagram.com/chris_hydrant/
@chris_hydrant

https://www.instagram.com/christhebarberbali/
@christhebarberbali